MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Waspadai Politik Uang di Pilkada Barru

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 17 September 2015 17:24

BARRU, RAKYATSULSEL.COM – Janji menjadikan Pilkada Barru berintegritas mulai ternoda. Kubu salah satu kandidat ditengarai sedang merancang jalan pintas untuk membeli suara pemilih dengan cara mengiming-imingi memberikan uang.

Di Desa Pancana misalnya, ada beberapa warga yang didatangi tim kandidat tertentu dan meminta bertandatangan memberikan dukungan di kertas yang mereka bawa, sambil menjanjikan memberikan uang Rp 150 ribu per orang.

Sebagian warga yang didatangi itu, bahkan sudah menyampaikan ke kubu kandidat tersebut jika mereka sudah punya pilihan, yakni Andi Idris Syukur-Suardi Saleh. Meski demikian, mereka tetap meminta bertandatangan untuk mendukung kandidatnya. “Itu penyampaian warga kepada kami, dan mereka juga diminta menghadiri kegiatan kandidat tersebut,” kata relawan Idris-Suardi, Ongke, Kamis (17/9).

Ketua Tim Pemenangan AIS, Andi Zulkifli Muin mengatakan, aroma politik uang yang disinyalir dilakukan kubu tertentu diharapkan bisa menjadi perhatian serius jajaran Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

“Tentu kita meminta, dugaan-dugaan seperti itu cepat ditindaklanjuti Panwaslu dan jajarannya, tanpa dilapor sekalipun. Kita tentu inginkan tidak ada ruang bagi siapa saja yang ingin melakukan cara-cara kotor itu membeli suara rakyat,” tegas Andi Ijul, sapaan akrab Zulkifli Muin.

Dia menambahkan, pihaknya akan ikut memantau dugaan politik uang tersebut. Sebab bisa saja, bukan hanya di satu dan dua desa saja, melainkan akan massif dijalankan pihak tersebut hingga hari pencoblosan.

Politikus PKS itu menguraikan, kandidat yang ingin menghalalkan segala cara memenangkan pilkada, seperti mengandalkan politik uang, dan selalu gemar memfitnah orang, adalah tanda tidak percaya diri bersaing secara fair dan elegan.

“Semoga saja, mereka yang ingin menjalankan praktek kotor, yakni politik uang, tidak pura-pura lupa mengenai kesepakatan deklarasi damai,” imbau Andi Ijul meyakinkan.

Sekadar diketahui, sejak tahapan kampanye digelar, Idris-Suardi selalu mengingatkan tim dan relawannya agar menghindari politik uang. Pasangan bertagline “Bekerja untuk Rakyat” itu fokus menyosialisasikan apa yang menjadi program, termasuk capaian selama ini di Barru.

Ia juga percaya, jika politik uang tidak lagi bisa mempengaruhi pilihan masyarakat. Sebab, rakyat sudah cerdas dan sudah merasakan hasil pembangunan dan kemajuan Barru selama lima tahun terakhir. Sehingga tidak mungkin menggadaikan masa depannya, hanya karena selembar atau dua lembar uang seratus ribu.


div>