JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Wawan Mattaliu Ingatkan Peran Pemuda Dalam Bernegara

Reporter:

Editor:

Lukman

Rabu , 18 April 2018 16:20
Wawan Mattaliu Ingatkan Peran Pemuda Dalam Bernegara

Anggota DPRD Sulsel Wawan Mattaliu usai menjadi pembicara pada Kegiatan Pembinaan Lembaga Kepemudaan Dengan Pola Kemitraan Angkatan I, yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Selatan, di Hotel Grand Immawan, Makassar, Rabu (18/4).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Anggota DPRD Sulsel Wawan Mattaliu didaulat menjadi pembicara pada Kegiatan Pembinaan Lembaga Kepemudaan Dengan Pola Kemitraan Angkatan I, yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Selatan, di Hotel Grand Immawan, Makassar, Rabu (18/4).

Menurut Wawan Mattaliu, kegiatan ini sangat penting bagi pemuda dalam membangun bangsa di masa yang akan datang. Sebab kata dia, potensi pemuda itu sebagai regulator sosial sarana kontrol didalam bernegara.

“Karena kalau pemuda tidak mau menempatkan posisinya disitu negara bisa hancur kedepan, sehingga pemuda harus membangun diri menjadi filter yang baik, karena apapun hasil demokrasi kita hari ini, akan menjadi tanggung jawab pemuda,” kata politisi Partai Hanura ini.

Wawan menyebutkan, kebutuhan mendesak pemuda saat ini bagaimana membangun referensi personal, agar bisa membaca lebih dalam persoalan-persoalan kebangsaan.

Dirinya mencontohkan, berbagai kasus di Indonesia banyak yang digeneralisir, dan para pemuda ikut membacanya di permukaan, harusnya lebih dalam.

“dari kacamata saya, hari ini pemuda terkotak, sehingga demokrasi kita mengalami turbulensi sehingga harus kembali ke kittahnya sebagai kelas menengah yang mengawal proses berdemokrasi kita, tidak melakukan keberpihakan dulu lah, kalau pun berpihak bisa dilakukan secara dewasa dan tidak menimbulkan caos,” imbaunya.

Wawan menambahkan, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi bangsa yang besar sangat luar bisa. Tapi itu semua tergantung peran pemuda dalam menempatkan diri dalam menghadapi berbagai persoalan di Indonesia.

“Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya ditempatkan di Makassar, tapi bisa digilir di tingkat kabupaten/kota, agar ada persepsi gerakan yang sama terhadap bacaan pemuda. Apalagi pesertanya dari berbagai kalangan organisasi kepemudaan di Sulsel,” harapnya. (*)


div>