MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Welcome To F8

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Rabu , 10 Oktober 2018 07:54
Welcome To F8

ilustrasi (rakyatsulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Makassar International Eight Festival and Forum atau dikenal dengan F8 resmi dibuka, Rabu (10/10).

Event skala internasional ini menargetkan 1,5 juta pengunjung dengan menampilkan 8 item mulai dari Food & Fruit, Film, Folks, Fine Arts, Flora & Fauna, Fusion Music dan Fiction Writers & Fonts selama lima hari (10-14 Oktober 2018).

Tak hanya itu, ada 12 negara yang hadir yaitu Filipina, India, Korea, Belanda, Taiwan, Prancis, Amerika Serikat, Belgia, Australia, Jerman, Ceko, dan Singapura.
Forum tersebut bertajuk International and Inter-Regional Discussiom High Level Forum For Cooperation. Salah satu pembahasannya mengenai 10 Best Investment di Kota Makassar yang ditawarkan ke peserta forum.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan, puncak dari F8 yakni forum pertemuan dengan semua kepala daerah se-Indonesia dan duta besar negara.

“Untuk forum, itu kita akan berdiskusi sekaligus memperkenalkan 10 mimpi yang kemudian akan ditawarkan ke negara yang hadir. Mumpung mereka hadir disini kita tawarkan di forum,” ujar Danny Pomanto, Selasa (9/10).

Danny menambahkan, ada 10 best investment yang akan ditawarkan ke 12 negara yang hadir yakni Makassar Sombere’ & Smart City Hall, The Master (Terminal, Hotel, Mall, Stadium, Expo & Recreation), Balang Tonjong Lakeside Resort (super block, recreation & water conversation), Tallo River Eco Town, Somba Opu Double Decker City Walk, Sombere’ Makassar LRT, Green Parking Garage, Makassar Waste to Energy, City Fiber Optic Network, Integrated City Toll Road.

“Semua (10 investment) prioritas kita. Banyak investari seperti persoalan air minum tapi kita belum punya tanah soal itu. Yang saya tawarkan yang kita (Pemkot) punya tanah jadi dia langsung investasi,” ungkapnya.

Danny mencontohkan, investasi yang sudah memiliki lahan seperti wilayah di Kelurahan Untia Kecamatan Tallo yaitu investasi The Master (Mall, Stadion dan Terminal). Dimana luas lahan tersebut sekira 18 hektare siap dibangun, termasuk juga Tallo River Site dan Eco Town.

“Semua investasi ini sudah ada lahannya. Waste To Energy (TPA Antang) ada tanah kita disitu. Jangan lagi ada persoalan pembebasan tanah,” tegas Danny.

Danny menjelaskan, investasi ini akan menerapkan konsep Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dimana pelaksanaan kerjasama selama tiga tahun dan pengembalian modal makan waktu lima tahun.

“Modelnya nanti apakah pakai BOT (pelaksanaan perjanjian) ataukah langsung bagi hasil,” ucapnya.

Tahun ini kata Danny, pihaknya menargetkan jumlah pengunjung yang hadir di event F8 selama lima hari bisa mencapai 1,5 juta pengunjung. Sementara target perputaran uang diharapkan sekira Rp 10 miliar.

Danny menambahkan, melalui event tahunan ini, dirinya ingin menghibur korban gempa dan tsunami, Sulawesi Tengah, yang saat ini tengah diungsikan disejumlah wilayah di Makassar.

Danny tidak ingin korban yang saat ini selamat dari musibah tersebut dirundung duka yang teramat dalam. Makanya itu, dia akan melibatkan pengungsi untuk bisa menikmati event F8.

“Dipembukaan nanti kita undang mereka (pengungsi) mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Kita akan siapkan space untuk itu,” katanya.

Danny berharap musibah yang menelan banyak korban meninggal ini bisa sedikit demi sedikit menghilangkan trauma korban. Melalui event F8, dia ingin seluruh korban bisa bangkit dari keterpurukan.

“Kalau korban meninggal itukan sudah jadi konsen kita semua, tapi bagaimana dengan korban yang masih hidup? Apakah mereka mau larut dalam duka terus? Tidak, nah bagaimana bangkit?. Melalui F8 bagaimana membuat mereka bangkit dan bersemangat kembali dalam hidup,” ungkapnya.

Menurut dia, yang harus menjadi konsen pemerintah saat ini adalah bagaimana menghilangkan rasa trauma yang saat ini tengah dialami korban. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menggelar doa dan menarik simpati masyarakat untuk mau membantu seluruh korban.

Disela-sela pembukaan F8 nantinya, Danny berharap seluruh masyarakat bisa ambil bagian dan menyumbangkan sedikit hartanya untuk membantu korban.

“Semangat itulah F8 hadir, bagaimana menggugah masyarakat untuk membantu pasca pemulihan ini. Mudah-mudahan, melalui uang ini bisa membantu mereka untuk modal, baik itu bangun rumah atau bagaimana,” jelasnya.

“Kita juga sudah ada trauma center, dan itu sudah jalan,” singkatnya.

Sementara, Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir menyebutkan, pihaknya akan menyiapkan personel untuk menggalang dana bagi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

“Nanti itu konsepnya ada anggota kita turun membawa kotak menggalang donasi untuk Palu, dan itu dilakukan sepanjang even F8,” ucapnya.

Hanya saja, kata Utta-sapaan akrabnya, dari hasil rapat koordinasi, Wali Kota Makassar, Danny berharap agar yang membawa kotak donasi untuk tamu undangan adalah dirinya dan seluruh forkopimda.

“Tadi kita sudah jelaskan konsepnya, tapi pak wali mau nanti beliau dan forkopimda yang bawa itu kotak donasi ke tamu, tapi kita lihat nanti. Yang jelas, diluar personel kita tetap stay diluar panggung utama,” tutupnya.

Terpisah, Kasubag Kerjasama Setda Makassar, Najiran selaku Koordinator Panitia Forum F8 mengatakan, ada 12 negara yang hadir yaitu Filipina, India, Korea, Belanda, Taiwan, Prancis, Amerika Serikat, Belgia, Australia, Jerman, Ceko, dan Singapura.

“Jadi memang awalnya ada lebih 20 negara yang hadir tapi perkembangan situasi di Palu, ada negara seperti Swiss, Italia, Norwegia mereka itu saat bersamaan diperintahkan ke Palu, jadi Duta Besarnya itu Go to Palu,” ungkapnya.

Di forum nanti, lanjut Najiran, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto akan memaparkan 10 best investment ke negara hadir kemudian, akan ada feedback semacam diskusi kecil, termasuk pejabat dalam negeri.

“Pak Wali akan paparkan dan jika ada negara yang berminat kerjasama dengan Kota Makassar, kita akan ada visualisasi yang diberikan ke negara-negara yang hadir ini,” ujarnya.

Sementara untuk keamanan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP), Andi Bukti Djufri, selaku koordinator keamanan mengatakan sudah menyiapkan 2106 personel gabungan, TNI-Polri dan Satpol PP untuk mengamankan pembukaan event tersebut. Termasuk menurunkan sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) yang ada di Makassar.

“Kita sudah rapat kemarin dengan Stakeholder dan kita sudah siap untuk pembukaan F8,” cetusnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Ismail Hajiali menyebutkan, pihaknya telah menambah 5 unit CCTV untuk memantau aktivitas pengunjung, khususnya disekitaran Center Poin of Indonesia (CPI). Sehingga, total CCTV yang akan memantau seluruh aktivitas sepanjang even F8 berlangsung sebanyak 17 unit.

“Ada 12 CCTV yang lama, dan kita tambah 5 CCTV. Yang 5 unit ini sementara kita pasang, itu disekitar CPI apalagi kawasan inikan masuk di zona tambahan jadi kita pasangi CCTV untuk memantau aktivitas disana,” jelas Ismail.

Kata dia, resolusi kamera CCTV ini cukup tinggi, bahkan bisa berputar hingg 360 derajat. “Resolusinya itu tinggi dan jangkauannya lebih jauh, bukan hanya di jarak dekat tapi juga jarak jauh,” ungkapnya. (*)


div>