JUMAT , 22 JUNI 2018

Widyastuti Diadili, Suaminya Bersaksi

Reporter:

Irsal

Editor:

Ridwan Lallo

Selasa , 13 Maret 2018 17:18
Widyastuti Diadili, Suaminya Bersaksi

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pengadilan Negeri (PN) Makassar kembali menggelar persidangan lanjutan terdakwa kasus dugaan penipuan, Widyastuti Alamsyah Mile, Selasa (13/3).

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, menghadirkan Alamsyah Demma yang tak lain adalah suami dari terdakwa.

Dalam keterangannya, Alamsyah membeberkan proses transaksi diantara pihak Widyastuti (terdakwa), Maulana dan dari pihak PT Lasuardi.

“Waktu itu, Widya menalangi dana Rp 500 juta, uang itu kemudian diserahkan kepada Maulana, sementara pihak perusahaan mempunyai uang Rp750 juta. Dimana Rp 500 juta diserhakan juga ke Maulana, sementara 250 juta diserahkan kepada Widya untuk mengganti uangnya,” bebernya.

Menurut Alam, dengan adanya kasus ini dan menjadikan Widya sebagai terdakwa, itu sangat merugikan. “Ini sangat merugikan, baik secara materi maupun moral,” tuturnya.

Sekadar diketahui, Widya menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penipuan miliaran rupiah lantaran urusan proyek APBN.

Widya sebelumnya dilaporkan oleh Dameria ke Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel. Dameria sendiri adalah seorang komisaris sebuah Persereon Terbatas (PT) yang pernah menjalin hubungan bisnis dengan Widya.

Kasus dugaan penipuan ini bermula saat Dameria dan Widya menjalin hubungan bisnis setelah diperkenalkan oleh seseorang pada tahun 2014 silam. Keduanya kemudian terlibat dalam pengurusan sebuah proyek APBN untuk pembangunan dermaga di Makassar.

Pada proses pengurusan, mereka kemudian menjalin komunikasi dengan Maulana, pria yang dinilai bisa memuluskan proyek di salah satu kementerian.

Belakangan, uang ‘pelicin’ proyek pun yang mengalir ke Maulana untuk memuluskan proyek yang sedang diurus oleh korban diduga mandek di tangan tersangka. Apalagi, proyek yang dibidik tak kunjung didapat. Korban yang merasa telah ditipu akhirnya melapor ke Mapolda Sulsel. Laporan korban tertuang dalam BP/89B/VII/2017.

Polda Sulsel pada tanggal 07 September 2017 mengeluarkan surat dan menyatakan kalau penyelidikan kasus ini dinyatakan lengkap. Oleh Kejaksaan Tinggi Sulsel, berkas perkara kemudian dilimpahkan ke PN Makassar. (*)


div>