SABTU , 26 MEI 2018

Widyastuti Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Reporter:

Ramlan

Editor:

Niar

Rabu , 09 Mei 2018 18:51
Widyastuti Dituntut 2,5 Tahun Penjara

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Terdakwa kasus dugaan penipuan, Widyastuti Alamsyah Mile, dituntut dua tahun enam bulan penjara di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (9/5/2018).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Andi Patriani dalam tuntutannya menyatakan terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

“Terdakwa dituntut dua tahun enam bulan penjara,” ujar Andi Patriani usai persidangan.

Sementara Andi Idam, selaku kuasa hukum korban penipuan, Dameria menyatakan, tuntutan yang diberikan kepada terdakwa sudah sesuai dengan fakta persidangan yang ada. Dia berharap agar kasus yang mengorbankan kliennya ini bisa divonis oleh majelis hakim secara adil.

Sekadar diketahui Widyastuti Alamsyah Mile, adalah terdakwa kasus penipuan uang proyek senilai Rp1,2 miliar.

Widya sebelumnya dilaporkan oleh Dameria ke Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel. Dameria sendiri adalah seorang komisaris sebuah Persereon Terbatas (PT) yang pernah menjalin hubungan bisnis dengan Widya.

Kasus dugaan penipuan ini bermula saat Dameria dan Widya menjalin hubungan bisnis setelah diperkenalkan oleh seseorang pada tahun 2014 silam. Keduanya kemudian terlibat dalam pengurusan sebuah proyek APBN untuk pembangunan dermaga di Makassar.

Pada proses pengurusan, mereka kemudian menjalin komunikasi dengan Maulana, pria yang dinilai bisa memuluskan proyek di salah satu kementerian.

Belakangan, uang ‘pelicin’ proyek pun yang mengalir ke Maulana untuk memuluskan proyek yang sedang diurus oleh korban diduga mandek di tangan tersangka. Apalagi, proyek yang dibidik tak kunjung didapat. Korban yang merasa telah ditipu akhirnya melapor ke Mapolda Sulsel. Laporan korban tertuang dalam BP/89B/VII/2017.

Polda Sulsel pada tanggal 07 September 2017 mengeluarkan surat dan menyatakan kalau penyelidikan kasus ini dinyatakan lengkap. Oleh Kejaksaan Tinggi Sulsel, berkas perkara kemudian dilimpahkan ke PN Makassar. (*)


Tag
div>