SABTU , 15 DESEMBER 2018

WOW! Biaya Munaslub Golkar Capai Rp 85 Miliar

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 21 April 2016 10:58
WOW! Biaya Munaslub Golkar Capai Rp 85 Miliar

Nurdin Halid

RakyatSulsel.com — Steering Committee (SC) Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar telah menetapkan besaran iuran wajib setiap bakal calon ketua umum (caketum).

Dengan biaya munaslub yang diprediksi besar, rencananya SC Munas Golkar menarik biaya setiap bakal caketum Rp 5-10 miliar.

”Pembebanan Rp 5-10 miliar, nanti terserah DPP yang memutuskan,” kata Ketua SC Munaslub Golkar Nurdin Halid setelah mengadakan rapat pleno di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, kemarin (20/4). Rapat pleno DPP sendiri diselenggarakan pada 26 April.

Nurdin menyatakan, komitmen yang dibangun SC adalah pembiayaan munaslub ditanggung secara gotong royong. Bukan hanya kandidat, panitia penyelenggara dan DPP juga memberikan sumbangsih. ”Ini kewajiban para bakal calon demi menghindari politik transaksional,” jelasnya.

Dia menambahkan, dana para bakal calon akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan uang saku, kampanye, debat kan­didat, dan transportasi peserta yang semuanya dikoordinasikan panitia.

Saat ditanya anggaran Munaslub Golkar di Bali yang jadwalnya kembali mundur menjadi 25 Mei itu, Nurdin menyebut angka Rp 85 miliar.

[NEXT-RASUL]

Menurut dia, alokasi dana terbesar munaslub diperuntukkan uang saku dewan pimpinan daerah (DPD) I atau tingkat pro­vinsi dan DPD II atau tingkat kabupaten/kota.

”Selama ini uang saku itu yang menjadi sumber politik uang. Karena itu, uang saku tidak lagi diberikan oleh bakal calon, tapi panitia,” ujarnya.

Perinciannya, masing-masing DPD II mendapat alokasi Rp 25 juta. Selama ini perwakilan DPD II berjumlah lima orang. Sementara itu, untuk DPD I, dialokasikan Rp 100 juta setiap provinsi. ”DPD I termasuk peninjau, bisa tujuh orang,” lanjutnya.

Nurdin menuturkan, setoran wajib bakal caketum tidak langsung ditarik saat yang bersangkutan mendaftar. Melainkan, saat komite verifikasi menetapkannya sebagai bakal calon yang sah.

Nurdin memperkirakan, ada enam sampai sembilan bakal calon yang mendaftar. Meski begitu, Nurdin memasrahkan keputusan final pada rapat pleno DPP. ”Ini nanti bergantung pleno DPP. Kalau tidak disetujui, ya tidak kami pakai,” tegasnya.

Bakal caketum Golkar Idrus Marham menghargai keputusan SC. Menurut dia, keputusan SC merupakan kreasi demi menciptakan munaslub yang demokratis bagi seluruh kandidat. ”Putusan SC itu tetap memerlukan pengesahan dari pleno DPP,” kata Idrus.

[NEXT-RASUL]

Sikap yang sama ditunjukkan bakal caketum Golkar Aziz Syamsudin. Dia menyatakan, keputusan SC harus lebih dahulu ditetapkan di DPP. ”Nanti kita lihat hasil pleno DPP,” ujarnya.

Sejauh ini satu-satunya bakal caketum yang terang-terangan menolak iuran tersebut adalah Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo.

Bahkan, gubernur Sulsel dua periode itu memastikan bakal mundur dari bursa pencalonan bila rapat pleno DPP menetapkan syarat tersebut. Menurut dia, iuran semacam itu mengukuhkan kesan tradisi mahar politik. (bay/c7/pri)


div>