RABU , 14 NOVEMBER 2018

Wujudkan Pemilu Berintegritas, KPU-Kampus Gagas Program KKN Pemilu

Reporter:

Editor:

Muhammad Alief

Selasa , 06 November 2018 20:48
Wujudkan Pemilu Berintegritas, KPU-Kampus Gagas Program KKN Pemilu

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penyelenggara dan pengawas pemilu telah menggagas program pengawasan pemilu menjadi program kuliah kerja nyata (KKN).

Selain itu dapat menjadi wadah magang bagi mahasiswa perguruan tinggi.

Gagasan tersebut akan ditindaklanjuti dengan menjalin kerjasama dengan salahsatu perguruan tinggi yakni Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan membuka program KKN pemilu.

Menanggapi adanya jalinan kerjasama antara kampus dan pihak KPU dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemilu mahasiswa ini, direspon positif kalangan akademisi.

Pakar politik Unhas Makassar, Adi Suryadi Culla mengatakan, konsep kerjasama antara KPU dan Perguruan Tinggi, sangat memberikan dampak positif, sebagai bagian dari penerapan tri dharma perguruan tinggi.

“Dalam konteks tri dharma perguruan tinggi, ada pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Sebagai perwujudannya, maka KPU kampus bersinergitas dan itu sangat bagus,” tuturnya via seluler Senin (5/11).

Lebih lanjut, ketua Dewan Pendidikan Sulsel itu menjelaskan, perlunya sinergitas antara kampus dan KPU dalam memberikan pembelajaran konsep pemilu kepada mahasiswa.

Dengan begitu, tugas pengawasan pemilu dapat dibantu dengan partisipatif berbagai pihak, sehingga perguruan tinggi dalam hal ini mahasiswa bisa menjadi mitra KPU atau panwas untuk mengawal setiap pemilu.

“Mahasiswa bisa belajar soal pemilu, politik dan demokrasi khususnya dalam pengawasan pemilu,” tuturnya.

Akademisi Unhas ini juga menuturkan, melalui peran strategis yang dimainkan kampus dan KPU dengan pelibatan masyarakat kampus, khususnya dosen dan mahasiswa, maka dapat diwujudkan pemilu yang demokratis dan beradab.

Ia mencontohkan, untuk mendorong peningkatan partisipasi politik, mengurangi potensi pemilih golput, mendorong perilaku pemilih maupun kontestan pemilu yang berintegritas.

“Terutama antara lain yang menyimpang seperti perilaku politik uang, upaya mewujudkan pemilihan umum yang luber dan jurdil,” terangnya.

Dikatakannya, inti dari kemitraan KPU dan Universitas atau kampus tentu akan dapat memberikan edukasi politik dalam penyelenggaraan setiap pemilu.

“Tantangan itulah yg selama ini menyulitkan KPU dan semoga adanya kerjasama dengan dunia kampus ini akan mendorong proses demokrasi elektoral menjadi makin matang,” ungkapnya.

Aspek lainnya yang patut direkonstruksi, lanjutnya, adalah terkait fungsi sosialisasi politik. Hal itu menjadi salah satu misi strategis dan utama dari kemitraan KPU dan universitas tersebut.

Menurutnya, kedua institusi memiliki fungsi yang saling mendukung dalam menumbuhkan pemilih cerdas dan secara lebih substansial budaya atau perilaku politik yang sesuai koridor regulasi pemilu.

“Untuk itu, sosialisasi terkait aturan pemilu termasuk tata cara penyelenggaraan pemilu, mana yang sesuai aturan mana yang pelanggaran, dapat secara efektif digulirkan dalam program KKN Pemilu ini,” sebut dia.

Adi Suryadi Culla menilai, pemilu sebagai perwujudan demokrasi selama ini cenderung mengalami degradasi atau kemerosotan moral tidak hanya terkait perilaku kontestan namun juga pada perilaku masyarakat pemilih.

Padahal justru yg diharapkan dari beberapa kali pelaksanaan pemilu selama ini, hal itu dapat direduksi lebih kian beradab. Artinya, untuk mewujudkan demokrasi yang beradab melalui pemilu sejauh ini belum berhasil secara kondusif.

“Harapan utama ke depan, dengan terobosan yang dibuat KPU bermitra atau kerjasama dengan peran perguruan tinggi membuahkan hasil transformasi demokrasi pemilu menjadi lebih beradab,” pungkasnya.


Tag
  • KKN Pemilu
  •  
    div>