RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Yakinlah, PDIP Mampu Pilih Ketum Jika Bu Mega Lengser

Reporter:

Editor:

dedi

Rabu , 05 April 2017 22:16
Yakinlah, PDIP Mampu Pilih Ketum Jika Bu Mega Lengser

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sempat mengungkapkan keinginannya untuk pensiun dari pucuk pimpinan partai berlambang kepala banteng itu. Spekulasi pun muncul, terutama tentang siapa yang akan menjadi pengganti putri Proklamator RI itu di pucuk pimpinan PDIP.

Sejumlah pengamat bahkan sudah memetakan nama-nama potensial sebagai pengganti Megawati. Salah satunya adalah Joko Widodo yang saat ini menjadi Presiden RI.

Namun, politikus senior PDI Perjuangan Emir Moeis mengatakan, pengamat tak perlu repot-repot memberi ulasan seolah paling tahu tentang internal partai pemenang Pemilu Legislatif 2014 itu. Emir menegaskan, partainya selama ini justru paling demokratis dalam memilih ketua umum.

“Empat kali berturut-turut, pemilihan ketua umum selalu aklamasi. Padahal, dewan-dewan pimpinan cabang benar-benar berhak menentukan pilihan secara bebas dan rahasia,” ujar Emir di Jakarta, Rabu (5/4).

Selain itu, Emir juga mengklaim partainya sebagai partai politik yang tak membutuhkan dana ekstra dalam pemilih ketua umum. Sebab, lanjutnya, selama ini tak ada kasak-kusuk untuk membeli suara dewan pimpinan cabang (DPC) dan pimpinan daerah (DPD)

“PDI Perjuangan adalah partai politik yang paling cerdas dan elegan dalam memilih ketua umum. Sejarah sudah membuktikan ini,” tegas mantan ketua DPD PDIP Kaltimantan Timur itu.

Karenanya Emir menegaskan, partainya pasti bisa menentukan ketua umum andai Megawati kelak lengser. Namun, dia juga mewanti-wanti jangan sampai ada kader karbitan tiba-tiba mau menjadi ketua umum PDIP dengan bermodal kekuasaan dan uang.

“Jadi, pasca-Megawati, jangan ada kader karbitan atau kader indekosan yang mau menjadi ketua umum dengan mengandalkan uang dan kekuasaan. DPC-DPC tidak haus akan hal tersebut,” ujar politikus bernama asli Izedrik Emir Moeis itu.

Bagaimana dengan Joko Widodo? Emir menegaskan, siapa pun yang kelak terpilih sebagai ketua umum PDIP harus konsisten memgang ideologi, mampu, teruji dan terbukti dalam membela partai.

Emir menegaskan, sejarah membuktikan bahwa selama 10 tahun PDIP konsisten menjadi oposisi dan tidak tergiur uang dan kekuasaan. Karenanya, mantan ketua Panitia Anggaran DPR itu menyatakan, jangan sampai ada pihak yang menebar ancaman dan sogokan.

“Jangan coba-coba mengintimidasi pasca-Ibu Mega, apa pun jabatannya, berapa pun uangnya, dan apa pun senjatanya. Kader-kader tidak takut untuk melibasnya kalau mau coba-coba main duit dan kekuasaan serta melakukan intimidasi dalam pemilihan ketua umum untuk kepentingan kelompoknya,” tegasnya.

Sebelumnya, Megawati dalam peringatan 17 tahun Banteng Muda Indonesia (BMI) di Menteng, Jakarta, Kamis lalu (30/3) menyatakan, dirinya sebenarnya sudah pensiun sejak tahun lalu.

“Orang bilang, masa Bu Mega terus jadi ketua umum. Saya sebetulnya pensiun tahun lalu karena tidak mudah memimpin di republik ini,” ujar Megawati.(ara/jpnn)


div>