SABTU , 23 JUNI 2018

Yuk! Atur Kembali Kondisi Keuangan Setelah Lebaran, Nih Tipsnya

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 27 Juni 2017 13:50
Yuk! Atur Kembali Kondisi Keuangan Setelah Lebaran, Nih Tipsnya

Ilustrasi.

JAKARTA – Momen Idulfitri merupakan ajang berkumpul dengan keluarga. Seluruh sanak saudara dari berbagai daerah datang. Demi menikmati momen dengan keluarga itu, tentu ada biaya yang tidak sedikit. Sehingga sudah hal yang biasa jika momen lebaran turut menguras kantong. Tak hanya untuk memenuhi biaya mudik, berbagi THR, ole-ole, dan sebagainya.

Biaya yang tidak sedikit ini membuat setiap orang memutar otak untuk menutupi dana darurat itu. Bahkan seringkali solusi yang dilakukan dengan berhutang. Hal ini turut mengguncang kondisi keuangan menjadi lebih sulit. Maka dari itu perlu perencanaan keuangan yang tepat agar dapat menutupi segala dana yang kurang kemarin.

Pengurus Kamar Dagang Industri (Kadin) Balikpapan Bidang Fiskal, Moneter, dan Kebijakan Publik, Bambang Saputra, berbagi tips untuk mengatur keuangan setelah Lebaran. Perencanaan ini diperlukan agar kondisi keuangan bisa sehat dan normal kembali.

Pertama, hal yang harus dilakukan yakni meninjau lagi seluruh pengeluaran selama Ramadan dan persiapan Lebaran. Dengan begitu akan terlihat kebutuhan mana yang paling banyak menguras dana. Nantinya hasil evaluasi tersebut dapat menjadi bahan pelajaran untuk mempersiapkan finansial di Lebaran selanjutnya.

“Menghitung apa yang berlebihan dan kurang untuk biaya selama Ramadan dan Lebaran. Anda bisa tahu kebutuhan apa yang saat ini kosong dengan evaluasi,” ucapnya.

Kedua, pentingnya membuat skala prioritas. Anda perlu mengatur ulang kebutuhan untuk hari-hari selanjutnya setelah melewati momen Lebaran berakhir. Penyusunan skala prioritas justru akan sangat membantu untuk menekan pengeluaran usai Lebaran.

“Buat daftar kebutuhan yang sangat diperlukan. Apa saja yang jadi prioritas untuk kehidupan mendatang. Lalu menghemat biaya belanja dan batasi dana yang tidak begitu darurat,” bebernya.

[NEXT-RASUL]

Ketiga, periksa dompet setelah Lebaran. Dalam artian menghitung kembali harta, tabungan, aset, utang, dan cek lagi berapa besar pendapatan dan pengeluaran dari kebutuhan Lebaran. Menghitung pengeluaran sesuai dengan anggaran sebelumnya.

Berikutnya, poin keempat adalah perencanaan anggaran pada masa mendatang. “Misalnya dalam konteks pendapatan, berapa banyak dana yang masuk dan harus keluar untuk kewajiban seperti zakat infak,” sebutnya.

Nantinya dalam setiap periode per bulan, dapat membandingkan sesuai atau tidak antara anggaran dan realisasi. Kemudian membuat daftar perencanaan investasi kembali.

Sebab, seseorang perlu mulai mengisi kembali dana tabungan yang telah menipis. “Perlu juga untuk menahan diri agar tidak belanja. Jika setelah tahap evaluasi memang mengharuskan diri untuk mengencangkan ikat pinggang. Kalau tidak begitu bisa jadi musibah lagi karena utang menumpuk,” katanya.

Mengencangkan ikat pinggang tentu mendukung untuk kembali merapikan pengeluaran yang berantakan. Bagaimana melatih otak agar tidak boros dengan menghemat belanja bulanan. Namun tetap dengan pertimbangan melihat sumber dana dan tabungan yang ada.

Bambang mengungkapkan, perencanaan keuangan yang matang sesungguhnya menjadi kunci terbebas dari masalah utang selama Lebaran. Salah satunya dengan menyisihkan dana sedikit demi sedikit untuk Lebaran. Hal itu dilakukan jauh-jauh hari agar dana dapat digunakan Lebaran mendatang.

Dia menyebutkan, momen Lebaran merupakan hal yang berharga bagi masyarakat muslim. Sebenarnya bisa jadi investasi dalam aspek spritualitas sebagai umat muslim. Sehingga perlu perencanaan matang menghadapi momen Lebaran.

[NEXT-RASUL]

“Masalahnya jarang sekali masyarakat melakukan perencanaan. Padahal cara ini bisa menjadi solusi agar tidak kalang kabut menutupi kebutuhan saat Lebaran. Warga bisa menyisihkan sebagian uang jauh hari agar keuangan tidak berantakan dan laman tahun depan,” tuturnya.

Lemahnya perencanaan membuat kebutuhan baru menumpuk dalam satu kesempatan. Lalu mereka sibuk mencari kesana kemari hingga berhutang. Ujungnya malah membuat keuangan bermasalah. Kondisi tersebut akan berbeda apabila sudah mempersiapkan dana jauh hari.

“Misalnya dari setelah Lebaran ini nabung untuk Lebaran tahun depan. Tapi akan jadi masalah kalau semua serba dadakan. Jangan baru sibuk dan bingung mencari dana saat Lebaran sudah dekat,” jelasnya.

Pria yang juga bertugas di Bank Indonesia Cabang Balikpapan itu menuturkan, bencana keuangan bisa bermula jika sudah alpa dari perencanaan.

“Awalnya Lebaran untuk silahturahmi malah jadi masalah dalam keuangan karena utang menumpuk. Maka perlu untuk melakukan evaluasi sebagai pelajaran dalam mempersiapkan kebutuhan Lebaran pada tahun berikutnya,” pungkasnya. (jpg)


div>