MINGGU , 19 NOVEMBER 2017

Zaman Canggih, Investasi dan Bertani Kini Bisa Lewat Digital

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 18 Mei 2017 10:29
Zaman Canggih, Investasi dan Bertani Kini Bisa Lewat Digital

Para Petani dan CEO Crowde Yohanes Sugihtononugroho (image/JawaPos)

RAKYATSULSEL.COM – Hobi bertani dan mengembangkan agrikultur tak perlu memiliki lahan yang luas. Cukup dengan mendaftar lewat situs di dunia maya, kini masyarakat bisa bertani sambil berinvestasi. Crowde, sebuah perusahaan startup di bidang agrikultur menjembatani petani dan investor melalui sebuah platform digital.

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara agraris terbesar di dunia dengan penghasilan dari sektor pertanian yang sangat melimpah. Namun, kenyataannya, para petani di Indonesia 2,3 kali lebih miskin dibandingkan masyarakat pada umumnya.

Ini mendorong Crowde bertekad untuk memberikan dampak positif kepada para petani dan masyarakat Indonesia secara luas. Caranya, dengan membuat platform terbuka bagi masyarakat untuk berinvestasi dengan cara memberi modal kepada para petani.

“Sistem peminjaman dari bank di Indonesia saat ini masih sulit diakses oleh para petani. Hal ini menyebabkan lintah darat atau tengkulak dengan mudah mengambil untung yang sangat banyak dari petani. Kualitas hidup para petani menurun karena tidak bisa menikmati hasil kerja keras mereka secara utuh akibat besarnya bunga pinjaman,” ungkap CEO Crowde, Yohanes Sugihtononugroho dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu malam (17/5).

Caranya mudah, cukup membuka website Crowde di crowde.co, lalu berinvestasi mulai dari Rp 10 ribu.  Selain sudah membantu para petani kemudian keuntungan antara petani dan investor akan dibagi saat hasil panen dengan periode dan ekspektasi keuntungan yang telah ditetapkan.

“Sudah sistematis. Saat awal investasi dan saat panen kami beritahukan kepada investor. Bahkan kami ajak investor meninjau lahan panennya. Kami mengajak para petani di Bogor, Sukabumi, Yogyakarta dan sebagian pulau Jawa. Biar investor mengetahui bagaimana sih yang mereka investasikan dan apa yang ditanam,” tambah Yohanes.

Rata-rata komoditi yang ditanam adalah sayuran yang bisa cepat panen di bawah enam bulan seperti cabai. Selain itu ada juga padi, yang bisa dipanen rata-rata tiga kali panen dalam setahun.

Para petani mengakui dengan adanya sistem ini, mereka tak perlu repot mengembangkan lahan pertanian. Sering juga mereka terjerat modus-modus lintah darat yang meminjamkan modal tinggi.

“Selama ini kami para petani cukup mengalami kesulitan modal dalam mengembangkan pertanian kami, sebagai petani kecil tentu sangat sulit mendapatkan kredit dari bank, sedangkan bila kami bekerjasama dengan tengkulak, bunganya sangat tinggi,” ungkap Iwan salah seorang petani cabai asal Bogor.

Crowde hadir sebagai solusi untuk permasalahan di bidang agraria. Begitu banyak kesempatan menarik dan menguntungkan bagi Teman Crowde, yakni para investor, yang dapat turut membantu para petani meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Crowde memberi kesempatan berinvestasi yang menguntungkan bagi Teman Crowde maupun petani dengan sistem bagi hasil setelah panen, sesuai dengan persentase modal investasi yang diberikan.

Petani yang bergabung dalam platform ini telah terseleksi. Mereka telah memiliki pasar untuk hasil panennya sehingga para investor tak perlu takut dalam hal pemasaran. Sedikitnya ada 350 petani yang sudah bergabung dengan jumlah investor sebanyak 1000 orang.


div>