JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Zulkarnain: Kadin Bakal Dorong Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit di Lutra

Reporter:

Rusman

Editor:

Lukman

Sabtu , 17 Maret 2018 08:00
Zulkarnain: Kadin Bakal Dorong Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit di Lutra

Ketua Kadin Sulsel, HM Zulkarnain Arief.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pertumbuhan sektor kelapa sawit milik masyarakat di Luwu Utara menjadi perhatian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel.

Permasalahan yang dihadapi adalah terbatasnya pabrik pengolahan CPO sehingga hasil panen masyarakat seringkali terbuang percuma karena tidak terakomodasi pada pabrik yang ada.

Menanggapi hal ini Ketua Umum Kadin Sulsel, Zulkarnain Arief mengajak perbankan untuk berinvestasi membangun pabrik pengolahan dimana sahamnya dikelola oleh masyarakat.

“Perbankan sifatnya cuma membangunkan saja sedangkan pengelolanya oleh masyarakat,” ajaknya.

Hasil perkebunan kelapa sawit yang sering tidak tertampung pada milik perusahaan adalah plasma atau milik masyarakat.

Zulkarnain menuturkan, jumlah perkebunan kelapa sawit plasma di Lutra diperkirakan telah mencapai 3.000-4.000 hektar. Semakin luasnya perkebunan kelapa sawit ini maka dibutuhkan satu pabrik CPO lagi agar hasil panen masyarakat tertampung semuanya dan tidak terbuang percuma.

Untuk membangun pabrik tersebut dikelola oleh petani sendiri hanya diharapkan dari pihak perbankan. Jika mendatangkan investor dari pihak swasta maka kondisi dipastikan sama dengan pabrik sebelumnya yang ingin meraup keuntungan lebih besar.

“Diantaranya mempermainkan harga tandan buah segar (TBS) yang berujung pada kerugian bagi petani. Akhirnya petani selalu menjadi obyek permainan pengusaha besar,” ujarnya.

Zulkarnain menginginkan Kadin Sulsel mem posisi petani kelapa sawit plasma di Lutra berada pada pihak yang diuntungkan atas hasil lahan perkebunan miliknya.

“Kalau pengusaha yang didorong membangun pabrik CPO di Lutra maka posisi petani kelapa sawit plasma tetap seperti sebelumnya. Pengusaha besar kan pasti mau keuntungan lebih besar sehingga harga TBS bisa dimainkan,” bebernya.

Jika keadaaan petani kelapa sawit di daerah itu semakin membaik maka tentunya dapat mengangkat derajat dalam keaejahteraannya.

Sedangkan posisi Kadin Sulsel hanya bertindak selaku fasilitator dimana mencarikan investor demi kemaslahatan petani kelapa sawit dan pertumbuhan ekonomi daerah. (*)


div>