RABU , 14 NOVEMBER 2018

Zumi Dinilai Mulai Bermasalah, PNS Serentak Ajukan Pengunduran Diri

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 25 April 2017 11:22
Zumi Dinilai Mulai Bermasalah, PNS Serentak Ajukan Pengunduran Diri

Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli

RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli baru saja melakukan reshuffle 622 orang pejabat mulai dari eselon III hingga eselon IV.

Namun, siapa yang menyangka sejumlah  pejabat yang baru saja dilantik memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.

Itu diakui Kabid Pengembangan dan Karir Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi, Firman Kurniawan. Sejauh ini surat yang sudah masuk ke BKD sebanyak tiga orang.

“Yang sudah masuk sekitar dua sampai tiga orang, dan itu eselon 4, salah satunya yang baru dilantik di Perpustakaan,” paparnya, Selasa (25/4).

Surat yang masuk itu akan disampaikan ke Gubernur Jambi.

Kemudian akan dipanggil untuk  menyampaikan apa yang menjadi alasan mereka mundur? Pengunduran diri akan disetujui dengan catatan sesuai dengan persetujuan Gubernur Jambi.

“Nanti akan kita pelajari alasannya, diterima oleh gubernur atau tidak,” tegasnya.

Isu banyaknya pejabat yang akan mengundurkan diri sudah terdengar di telinga anggota DPRD Provinsi Jambi.

Salah satunya Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Luhut Silaban. Dia mengaku terkejut dengan informasi itu.

Apalagi saat ini realisasi anggaran Pemprov Jambi baru 5,6 persen.

Kemunduran pejabat itu tak mungkin tanpa alasan. Untuk itu, Gubernur harus memperbaiki kinerja.

“Artinya ada yang salah, Gubernur harus perbaiki kinerja, kalau tidak, pemerintahan ini jalan ditempat,” katanya.

Jika ini benar, maka DPRD akan membentuk Panitia Kusus (Pansus) untuk melakukan pendalaman terhadap permasalahan ini agar nantinya masyarakat tidak dirugikan.

“Apakah mereka diangkat tidak sesuai prosedur atau dia diangkat tidak sesuai kompetensi nya. Tentunya ini menganggu semua, tidak menutup kemungkinan DPRD akan membentuk Pansus,” tambahnya.

Menurutnya,  banyak pertanyaan yang muncul apa yang sebenarnya terjadi pada birokrasi eksekutif Provinsi Jambi.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman. Ada apa sebenarnya yang terjadi?,” ujarnya.


div>